Indahnya Perbedaan (3)
Karya : Kinanti
Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mereka bermain.
“Lyodra... Ayo main...,” teman-teman Lyodra memanggil.
“Iya...” jawab Lyodra.
Tapi saat Lyodra melihat Alfa ikut bersama mereka, ia tidak jadi ikut bermain.
“Eh, nggak jadi deh. Aku ada urusan sama Ibuk,” katanya.
Teman-temannya bingung melihat tingkah Lyodra hari ini, kenapa Lyodra tidak jadi ikut bermain. Lalu mereka pun pergi.
Tidak lama kemudian, Lyodra dan Ibunya mendengar berita bahwa warung makan milik Ayah Alfa baru saja digrebek oleh sekelompok orang berjubah putih. Tidak jelas siapa mereka, karena semuanya memakai penutup muka.
“Wah.. kasihan sekali Pak Cahyo,” kata Ibu Lyodra.
“Siapa Pak Cahyo Buk?” tanya Lyodra.
“Itu, ayahnya teman kamu, Alfa” jawab Ibunya.
“Ooh”
“Lagian, puasa-puasa begini, kenapa mereka tetap jualan Buk?” tanya Lyodra polos.
“Ya nggak papa, itu kan usaha mereka” jawab Ibunya.
“Ayo Lyodra, kita ke tempat Alfa untuk membantu” Ibu Lyodra mengajak Lyodra untuk membantu Ayah Alfa.
“Ah, nggak mau ah Buk! Mereka kan beda sama kita...” Lyodra masih takut dengan Alfa dan Ayahnya, karena mereka berbeda.
“Lo... kamu ini bagaimana?”
“Ya nggak papa. Meskipun mereka beda sama kita, tapi mereka tetap manusia, sama dengan kita. Teman kita, tetangga kita. Saat salah satu dari kita kesusahan, kita harus saling membantu” kata Ibu.
Mereka segera menuju ke tempat Alfa dan Ayahnya.
Sesampainya di warung makan Pak Cahyo, betapa terkejutnya Lyodra melihat semuanya berantakan. Kaca-kaca yang pecah, meja dan kursi jungkir balik tidak karuan, serta lauk-lauk yang berserakan di mana-mana.
Ibu Lyodra menyerahkan amplop berisi beberapa lembar uang untuk membantu kerugian Ayah Alfa.
“Alfa, siapa sih yang grebek warung makan Ayah kamu?” tanya Lyodra ke Alfa saat mereka bertemu di sana.
“Aku nggak tau. Soalnya kata ayah mereka semua memakai penutup muka,” jawab Alfa.
“Makasih ya, kamu dan Ibu kamu sudah mau membantu,” kata Alfa kepada Lyodra.
“Iya, sama-sama”
“Malah, aku mau minta maaf. Karena akhir-akhir ini, aku tidak mau main sama kamu, hanya karena.. kita nggak sama” kata Lyodra.
“Aku paham kok” kata Alfa.
“Tapi sekarang aku paham. Meski kita nggak sama, kita tetap teman kan?” tanya Lyodra menyodorkan tangannya ke arah Alfa.
Sambil tersenyum, Alfa menjabat tangan Lyodra, “Teman!”.
Setelah kejadian itu, Lyodra dan Alfa, serta teman-teman yang lainnya itu, kembali menjadi sahabat baik seperti semula.