The Fairy
Karya : Irsyad
Alexa adalah anak tunggal dari Ratu Fairy. Dia
mempunyai sahabat bernama Jenna Kim. Setiap hari Alexa bermain dengannya. Namun
Jenna hanya tinggal bersama ibunya.
Suatu hari Jenna dan ibunya meninggalkan rumah. Mereka
berencana pindah ke desa sebelah, desa Monderland. Namun Jenna tak sempat pamit
kepada Alexa. Ibu Jenna juga belum minta ijin kepada Sang Ratu.
Suatu hari Alexa mendatangi rumah Jenna. Saat
Alexa sampai sampai ke rumah Jenna, Alexa merasa tidak ada orang di sana. Alexa
pun bertanya kepada penghuni rumah sebelah.
“TOK, TOK, TOK”, Alexa mengetuk pintu.
“Persmisi..”
“Iya, ada apa?”, penghuni rumah itu keluar.
“Saya mau tanya.”, kata Alexa.
“Iya, mau bertanya apa?”, kata penghuni rumah itu.
“Di rumah sebelah kok tidak ada orang ya, Bi?”,
tanya Alexa.
“Oh, Jenna, dia pindah desa sejak satu minggu yang
lalu.”, kata Bibi tetangga Jenna itu.
“Oh gitu. Ya sudah Bi, makasih ya, sudah memberi
tahu.”, kata Alexa.
“Sama-sama.”, kata Bibi itu.
Kok dia gak bilang aku ya? Alexa pulang dengan perasaan kecewa.
Dan sesampainya di Istana..
“Ibu!”, Alexa memanggil Ibunda Ratu.
“Iya, kenapa Alexa?”, tanya Ibunda.
“Itu Si Jenna dan Ibunya pergi dari rumah. Katanya
mereka pindah.”, kata Alexa.
“Hah, Jenna dan Ibunya pindah?”, Sang Ratu
terkejut.
“Iya, dia kok tidak pamit ya?”, tanya Alexa.
“Ini melanggar peraturan!”, Sang Ratu marah.
“Kamu tau dari mana, Alexa?”, tanya Ibunda Ratu.
“Aku tau dari Bibi dekat rumahnya Jenna, Bu.”,
kata Alexa.
“Ya sudah. Biarkan saja mereka pergi!”, ucap Sang
Ratu.
Beberapa tahun telah berlalu, Alexa maupun Jenna kini
sudah beranjak remaja. Alexa sangat merindukan Jenna yang kini berada di desa
Monderland.
Suatu hari prajurit memberi tahu semua rakyat
Fairy bahwa besok Alexa akan diangkat menjadi Ratu Fairy. Dan pada saat hari
itu tiba, semua rakyat berkumpul, Alexa pun mempersiapkan diri untuk penobatan.
“Apakah kamu sudah siap menjadi Ratu, Alexa?”,
tanya Ibunda Ratu.
“Aku akan melakukan yang terbaik, Ibu.”, ucap Alexa.
Mahkota pun diletakkan di atas kepala Alexa. Seluruh
rakyat Fairy bersorak bergembira. Namun Alexa tampak gelisah sepeti mencari sesuatu.
Ibunda Ratu pun menanyainya,
“Kamu mencari apa, Nak?”, tanya Ibunda Ratu.
“Tidak, Bu. Hanya saja aku merasa ada yang kurang.”,
ucap Alexa.
“Boleh Ibu tau, apa yang kurang?”, Ibunda Ratu
bertanya lagi.
“Si Jenna, Bu. Kenapa dia tidak kesini ya?”, tanya
Alexa.
“Kamu itu bagaimana? Orang melanggar peraturan kok
dirindukan.”, ucap Sang Ratu.
“Maaf, Bu.”, kata Alexa.
Apa Jenna sudah tidak mengingatku lagi ya?
Apakah dia punya sahabat baru?, Alexa masih saja terpikirkan sahabat masa kecilnya itu.
Di desa Monderland, Jenna tidak disukai oleh
penduduk. Entah kenapa, sepertinya mereka sangat membencinya.
Kebencian warga desa kepada Jenna membuatnya ingin
melakukan sesuatu yang jahat. Ia berencana mencuri kristal istana.
Suatu hari para prajurit berlarian mengejar
seseorang. Alexa pun penasaran siapa orang itu. Alexa menyadari kristal
istananya hilang. Alexa pun ikut mengejar pencuri itu.
Setelah sekian lama mereka mengejar, namun tidak
lantas tertangkap juga. Akhirnya Alexa menggunakan kekuatannya. Alhasil pencuri
itu tertangkap, dan Alexa membuka topeng itu. Betapa kagetnya Alexa karena
ternyata pencuri itu adalah Jenna, sahabatnya dulu di masa kecil.
Betapa hancur perasaan Alexa mengetahui kebenaran
itu. Antara marah dan sedih, bercampur tidak karuan.
Jenna dimasukkan ke dalam penjara bawah tanah. Alexa
pun tidak ingin melihat wajah sahabatnya itu.
Setelah beberapa lama Jenna mendekam di penjara
bawah tanah, Alexa pergi mengunjunginya.
“Aku sangat kecewa. Aku tidak ingin mempunyai
sahabat sepertimu.”, kata Alexa.
“Maaf, Alexa. Aku tidak akan mencuri kristal itu
lagi, aku berjanji.”, kata Jenna.
“Seenaknya saja kamu berbicara seperti itu!”,
Alexa masih sangat marah kepada Jenna.
“You and me are not friend anymore, Jenna!”,
pungkasnya.
“Alexa! Alexa!! Tolong lepaskan aku.. Beri aku
kesempatan.. Aku berjanji tidak akan melakukannya lagi..”, teriak Jenna
memanggil Alexa yang pergi meninggalkannya.
Sepuluh tahun berlalu. Masa hukuman Jenna telah
habis, dan kini ia dibebaskan. Namun ada kabar sedih dari Istana, Ibunda Ratu
sudah tiada. Ia meninggal karena terjatuh dari tangga Istana. Saat ini Alexa jelas
sedang sangat bersedih. Seluruh rakyat dan prajurit pun turut berduka cita atas
kematiannya. Jenna yang mendengarnya juga ikut sedih, karena bagaimanapun juga,
sahabat baik masa kecilnya kehilangan sosok Ibu.
Jenna berencana mencari Alexa untuk meminta maaf.
“Alexa. Maaf, maksud saya, Ratu.”, Jenna menghadap
Alexa.
“Ada perlu apa kamu menemuiku?”, tanya Alexa.
“Hamba minta maaf untuk kesalaha yang pernah hamba
lakukan. Hamba tidak akan mengulanginya lagi.”, ucap Jenna.
“Kau bisa membuktikannya?”, tanya Alexa.
“Mendekam di penjara membuatku berpikir, bahwa tidak
mudah untuk menjadi dirimu. Menjadi anak Ratu, dan kini harus menggantikan
Ibunya memimpin kerajaan yang besar ini. Aku merasa tak pantas untuk merasa
iri.”, kata Jenna.
“Jadi apa yang kau rencanakan?”, tanya Alexa.
“Kalau masih ada kesempatan kedua, jika Sang Ratu
mengijinkan, aku ingin mengabdikan diriku untuk mendampingi Sang Ratu, sahabatku,
memimpin kerajaan Fairy ini.”, kata Jenna.
Alexa menyapu pipinya yang seketika basah, menghampiri
sahabatnya yang selama ini berpisah. Dia memeluknya dengan erat, erat sekali.
“Terimakasih karena sudah kembali, Jenna. Terimakasih.”,
ujar Alexa mengangis haru.