Kamis, 02 Februari 2023

Marbot Masjid

Marbot Masjid

Karya : Husna

Pak Romi adalah seorang Marbot Masjid Alaihi Wasallam, sebuah Masjid yang berada di Desa Candi. Beliau menjadi Marbot di Masjid tersebut baru satu bulan. Pak Romi tinggal di rumah yang sederhana, tidak jauh dari Masjid itu. Suatu hari ketika Pak Romi sedang bersih-bersih Masjid, seseorang datang.

“Pak Romi sekarang jadi Marbot Masjid?”, tanya Pak Abdul yang kebetulan lewat depan Masjid.

“Oh, iya Pak, baru satu bulan.”, jawab Pak Romi.

“Kok kemarin tidak kelihatan, bersih-bersihnya berapa hari sekali Pak?”, tanya Pak Abdul.

“Oh, jadwal saya seminggu sekali.”, jawab Pak Romi.

Pak Romi sedang menyapu, tiba-tiba Pak Abdul bertanya.

“Pak Romi, kotak amal kok tidak kelihatan, dimana ya?”, tanya Pak Abdul sambil menengok kesana-kemari.

“Mmm.. Tidak tau ya Pak, soalnya saya baru disini.”, jawab Pak Romi.

Melihat kotak amal tidak ada di tempat, Pak Abdul mencurigai Pak Romi sebagai pencurinya. Pak Abdul melaporkannya kepada Pak Aziz, Pengurus Masjid itu.

Isu hilangnya kotak amal masjid sampai ke masyarakat, dan kini orang-orang membenci Pak Romi.

Mendengar isu yang beredar, Pak Romi merasa tidak enak sendiri. Beliau berencana keluar dari Marbot Masjid Alaihi Wasallam.

“Pak Aziz, mohon maaf, saya ingin keluar sebagai Marbot Masjid Alaihi Wasallam, karena sepertinya masyarakat kurang suka jika saya menjadi Marbot di sini.”, kata Pak Romi.

“Kenapa buru-buru, Pak Romi? Ada masalah apa?”, tanya Pak Aziz.

“Tidak Pak, ini keinginan saya sendiri.”, kata Pak Romi.

“Ya.. kalau memang Pak Romi yang berkata demikian, saya tidak bisa menghalangi. Semoga Allah senantiasa melindungi Pak Romi.”, kata Pak Aziz.

Masjid Alaihi Wasallam adalah sebuah Masjid di Pedesaan. Masjid itu belum dilengkapi dengan CCTV, jadi persoalan seperti ini belum bisa diselesaikan dengan mudah. Sampai Fadzli, seorang anak kecil yang sering bermain di sekitar Masjid itu memberikan kesaksian.

“Ibu, Pak Romi kok jadi jarang nyapu di Masjid ya?”, tanya Fadzli.

“Oh, karena baru-baru ini Kotak Amal Masjid hilang, dan orang-orang mencurigai Pak Romi yang mengambilnya. Pak Romi merasa tidak enak sendiri, jadinya Pak Romi berhenti jadi Marbot.”, kata Ibu Fadzli.

“Kasihan Pak Romi, padahal yang ngambil kan bukan Pak Romi.”, kata Fadzli.

“Bukan Pak Romi? Kamu tau, siapa yang ngambil, Fadzli?”, tanya Ibu Fadzli.

“Iya Bu, kemarin lusa ada seorang anak muda datang ke Masjid. Dia ngambil kotak yang ada di sana. Kirain buat acara apa.”, kata Fadzli, sambil menunjuk tempat Kotak Amal itu.

Mendengar keterangan dari Fadzli, Ibu Fadzli segera menemui Pak Aziz.

“Benarkah? Kalau begitu, kita harus segera menemui Pak Romi.”, kata Pak Aziz.

Pak Aziz segera menemui Pak Romi untuk minta maaf, dan memintanya kembali untuk menjadi Marbot Masjid Alaihi Wasallam. Namun Pak Romi menolak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Perbedaan (3)

Indahnya Perbedaan (3) Karya : Kinanti Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mere...