Minggu, 22 Januari 2023

Liburan ke Pantai

 

Liburan ke Pantai

Karya : Fauziyyah

Naila dan Naira adalah anak kembar. Mereka tinggal bersama Ayah dan Ibu mereka. Mereka tinggal di Semarang. Hari Minggu lalu Naila dan Naira diajak oleh Ayah dan Ibu ke Pantai Indah Kemangi.

“Naila, Naira, kalian mau ikut nggak ke Pantai Indah Kemangi?”, tanya Ayah.

“Mau..”, jawab Naila dan Naira kompak.

“Ya sudah, kalian siap-siap dulu..”, lanjut Ayah.

Setelah itu Naila dan Naira berkemas-kemas. Setelah mereka berdua berkemas-kemas, Ayah, Ibu, Naila, dan Naira berangkat ke pantai.

Mereka semua sampai di pantai sekitar jam 10.00, dan mereka turun dari mobil. Karena perjalanan yang sangat panjang, ayah dan ibu memutuskan untuk mengajak Naila dan Naira makan terlebih dahulu. Setelah selesai makan, Naila dan Naira bersiap-siap untuk berenang di pantai. Ketika hendak berenang, Naila dan Naira bertengkar.

“Eh, Naira, aku mau pinjam kacamata renangnya dong.”, kata Naila.

“Nanti dulu, aku mau pakai kacamatanya.”, jawab Naira.

“Tapi kan aku mau pinjamnya sekarang, bukan nanti!”, jawab Naila membentak.

“Tapi ini kan kacamataku, jadi terserah aku dong, aku mau pakainya kapan!”, jawab Naira kesal.

“Iih, sini, aku mau pinjam dulu!”, kata Naila sambil menarik kacamata Naira.

“Nggak! Ini punyaku! Jangan ngerebut dong, Naila!”, jawab Naira merebut kembali kacamatanya.

Naila lupa membawa kacamatanya. Tak ingin melewatkan kesempatan renang di pantai, Naila memaksa Naira untuk meminjamkan kacamata miliknya dan akhirnya mereka bertengkar. Sampai ayah pun datang.

“Kalian ini, sudah besar kok masih berantem!”, tegur ayah.

Mereka berdua masih saja memperebutkan kacamata itu dan dan tidak mendengarkan kata-kata ayah. Akhirnya kacamata Naira putus dan Naira sangat marah.

Naira pergi renang ke tengah laut sendirian tanpa ayah dan ibu atau pun Naila.

“Naira, kamu terlalu jauh, Nak! Jangan jauh-jauh, jangan sampai melewati batas aman!”, teriak ibu ke Naira.

Naira tetap tidak mendengar kata-kata ibu dan Naira masih tetap melanjutkan berenangnya. Ia berenang jauh ke tengah sampai tidak kelihatan dari tepi pantai.

Karena ayah dan ibu khawatir, mereka mendatangi petugas keamanan. Setelah itu petugas keamanan pergi mencari Naira di seluruh penjuru Pantai Indah Kemangi.

Hampir satu jam petugas keamanan mencari Naira tapi belum juga ditemukan. Ayah dan ibu sedih mendengar Naira belum juga ketemu. Naila pun menyesal karena telah merusak kacamata Naira sehingga Naira pergi entah kemana.

Hari sudah berganti, Naira belum juga ketemu. Tiba-tiba datang kabar dari petugas keamanan Pantai Jodoh Batang melaporkan, bahwa ditemukan seorang anak perempuan dengan ciri-ciri persis seperti Naira. Naira ditemukan tersangkut di sebuah pohon sekitar pukul tujuh pagi. Mendengar kabar itu petugas dari Pantai Indah Kemangi memberi tahu ayah dan ibu Naira, dan mereka bergegas berangkat ke Pantai Jodoh. Berita baiknya, setelah di periksa, Naira masih hidup, hanya saja dia tak sadarkan diri.

Setelah itu Naira dibawa ke rumah sakit bersama keluarga dan petugas keamanan. Setelah mendapatkan penanganan, Naira pun akhirnya terbangun. Ayah dan ibunya langsung memeluk Naira, dan Naila minta maaf kepada Naira. Naira pun memaafkan Naila, dan mereja berdua menjadi akrab kembali.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Perbedaan (3)

Indahnya Perbedaan (3) Karya : Kinanti Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mere...