Kelinci dan Lala
Karya : Chanif
Lala punya dua ekor kelinci, warnanya hitam dan putih. Kelinci-kelinci itu dibelikan oleh ayahnya. Lala sangat menyukai kedua kelinci itu. Setiap hari Lala memberinya makan.
“Hitam, Putih, makan yang banyak ya, biar sehat.”, kata Lala saat memberi makan kelinci-kelincinya.
“Lala, jaga kelincinya ya, ayah mau kerja.”, kata ayahnya.
“Iya, Ayah.”, kata Lala.
Hari itu cuaca cerah. Setelah makan siang, Lala bersama temannya mengajak kelinci-kelinci itu bermain di taman. Saat mereka pulang, Lala lupa kalau kelincinya masih ada di sana. Kemudian Lala kembali ke taman bermain untuk mengambil kelincinya. Lala senang kelilncinya sudah kembali.
Lala pun sampai di rumah. Ia meletakkan kembali Hitam dan Putih di kandangnya. Karena kelelahan, Lala ketiduran. Betapa kagetnya setelah bangun tidur kelinci-kelincinya sudah tidak ada.
Lala mencari Hitam dan Putih di sudut-sudut rumah, namun tidak ketemu. Dia bertanya kepada ibunya, namun ibunya tidak tau. Lala marah kepada ibunya, karena dianggap tidak membantu. Tidak lama kemudian ayahnya pulang.
“Kok bisa hilang?”, tanya Ayah Lala, begitu ia mendengar keluhan dari putrinya itu.
“Ya sudah, kamu yang sabar dulu. Tidak usah marah-marah sama ibu kamu, nanti kita cari lagi.”, Ayah Lala menghibur Lala.
“Tidak, Yah! Harus ketemu sekarang! Tadi sudah Lala cari di seluruh isi rumah tapi tidak ketemu..”, ujar Lala sedih.
Ibunya yang dari tadi di rumah, curiga jangan-jangan Lala lupa meletakkan kelinci-kelincinya di mana.
“Tadi kamu bermain di taman sama Hitam dan Putih, sudah dibawa pulang?”, tanya Ibu Lala.
“Sudah Bu!”, jawab Lala membentak.
“Oh, jadi tadi Hitam sama Putih diajak bermain di taman?”, tanya Ayah Lala.
Lala yang sedari tadi murung tidak memperhatikan perkataan Ayah dan Ibunya. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana agar kelinci-kelincinya bisa ketemu.
“Ibu, Ayah punhya Ide.”, Ayah berbisik ke telinga Ibu.
“Ooo.. Kalau tadi Hitam sama Putih diajak main ke taman, apa jangan-jangan Hitam sama Putih diam-diam pergi ke sana lagi karena pengen main lagi ya?”, kata Ayah sambil memegang dagunya dan memandangi atap.
Mendengar perkataan Ayahnya itu Lala seketika lari ke taman. Betapa gembiranya Lala ternyata Hitam dan Putih masih di sana.
Ternyata dari tadi Hitam dan Putih masih tergeletak di taman. Lala kecapekan dan tertidur kemudian bermimpi sudah mengambil kembali kelinci-kelincinya.
“Tuh kan, Hitam sama Putih masih pengen main di taman.”, kata Ayah sambil mengedipkan mata ke arah Ibu.
Akhirnya Hitam dan Putih ketemu. Lala sudah tidak murung lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar