Kamis, 02 Februari 2023

Sales Roti

Sales Roti

Karya : Kazaba

Pak Rahmat adalah seorang sales roti, dia tinggal di sebuah desa bernama desa Tomat. Sebagai seorang sales roti, pekerjaannya adalah mengantarkan roti ke warung-warung. Dia bekerja dengan Pak Abu, sang pemilik pabrik roti itu. Meski bukan miliknya sendiri, Pak Rahmat tidak pernah bosan dengan pekerjaannya.

“Gimana Pak Rahmat, sudah selesai belum pekerjaannya?”, tanya Pak Abu.

“Oh iya Pak, sudah selesai.”, jawab Pak Rahmat.

“Terus, adonan buat besok gimana?”, kata Pak Abu.

“Iya Pak, ini sekarang mau dibuat kok.”, jawab Pak Rahmat.

Keesokan harinya Pak Rahmat bekerja seperti biasa. Saat membuat adonan, Pak Rahmat tidak menyadari kalau ada kotoran di dalam adonan itu. Saat mengantaar ke salah satu warung langganan Pak Abu, kebetulan di sana sedang ada pembeli. Pembeli itu melihat ada kotoran pada roti Pak Rahmat. Pembeli itu pun marah kepada ibu-ibu pemilik warung itu.

“Pak Rahmat gimana ini, kenapa rotinya banyak kotorannya?”, tanya Ibu warung.

“Ah, masak sih Buk!?”, jawab Pak Rahmat tidak percaya.

Ibu penjaga warung itu sangat malu. Ibu warung itu juga marah kepada Pak Rahmat. Dan tidak hanya itu, Ibu warung itu juga menelpon Pak Abu, dia melaporkan bahwa rotinya bermasalah.

Hari pun mulai sore, Pak Rahmat kembali ke rumah Pak Abu.

“Pak Rahmat, tolong kesini sebentar.”, kata Pak Abu.

“Iya Pak, ada apa ya Pak?”, tanya Pak Rahmat.

“Pak Rahmat, tadi ada informasi dari salah satu pelanggan kita, katanya roti kita bermasalah, roti kita banyak kotorannya. Dan Ibu warung itu sepertinya sangat kecewa. Jadi, mulai besok, sepertinya Pak Rahmat tidak usah mengantar roti saja dulu, karena akan diantar orang lain.”, kata  Pak Abu.

“Loh, kenapa saya tidak bisa mengantar roti?”, tanya Pak Rahmat.

“Iya, karena Pak Rahmat sudah saya pecat.”, kata Pak Abu.

Pak Rahmat begitu kaget dan sedih mendengar keputusan Pak Abu. Pak Rahmat pun pulang berjalan dengan air mata yang berlinang membasahi pipinya. Sesampainya di rumah, ia istirahat setelah hari yang melelahkan itu.

Keesokan paginya, Pak Rahmat bangun. Begitu ia beranjak dari tempat tidurnya, ia punya ide yang begitu cemerlang, yaitu membangun toko roti sendiri. Kemudian mulailah dia merintis toko roti miliknya sendiri itu.

Di dapur pabrik roti milik Pak Abu, seorang karyawan baru sedang membuat adonan roti. Hari ini ia lembur sampai sore. Secara tidak sengaja, dari kejauhan, karyawan itu melihat seseorang sedang memasukkan kotoran ke dalam adonan roti. Seketika ia bergegas menemui Pak Abu dan menyampaikan apa yang baru saja ia saksikan.

“Pak Abu, baru saja saya melihat ada orang memasukkan kotoran ke adonan roti.”, kata karyawan baru itu.

“Benarkah?”, tanya Pak Abu tidak percaya.

“Iya, Pak.”, kata karyawan itu.

Mendengar pernyataan karyawan barunya itu, Pak Abu segera mengambil tindakan. Dia menangkap orang yang berbuat jahat itu dan memberinya pelajaran.

Pak Abu merasa salah terhadap Pak Rahmat.

Keesokan harinya, ketika Pak Rahmat sedang membuka toko rotinya, kemudian ia duduk di depan rumah, Pak Abu datang.

“Permisi, Pak Rahmat.”, kata Pak Abu.

“Iya, Pak Abu. Tumben kesini, ada kabar apa ya Pak?”, Pak Rahmat merasa terkejut.

“Saya mau menyampaikan sesuatu. Ternyata yang selama ini merusak adonan roti kita adalah orang lain. Dan saya sudah memberinya pelajaran.”, kata Pak Abu.

“Jadi, saya tidak bersalah Pak?”, tanya Pak Abu.

“Iya.”, jawab Pak Abu.

“Alhamdulillah..”, Pak Rahmat merasa lega.

“Dan maksud saya datang kesini, kalau Pak Rahmat berkenan, mau mengajak Pak Rahmat bekerja lagi sama saya”, kata Pak Abu.

“Benarkah? Waa.. Saya senang sekali. Terima kasih, Pak.”, kata Pak Rahmat kegirangan.

“Sama-sama. Justru saya yang minta maaf, karena sudah menuduh Pak Rahmat yang tidak-tidak”, kata Pak Abu.

“Tidak apa-apa kok, saya sudah memaafkan Pak Abu sejak dulu.”, kata Pak Rahmat.

Akhirnya Pak Rahmat kembali bekerja dengan Pak Abu. Sedangkan toko rotinya dijaga oleh istrinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Perbedaan (3)

Indahnya Perbedaan (3) Karya : Kinanti Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mere...