Rabu, 25 Januari 2023

Sahabat yang Berkhianat

Sahabat yang Berkhianat

Karya : Naufa

Di sebuah desa bernama Desa Rambutan, terdapat dua anak perempuan, Zida dan Sari. Mereka berteman baik sejak kecil. Mereka berangkat sekolah selalu bersama, pulang sekolah bersama, bahkan ijin ke belakang pun bersama. Dan saat di rumah, mereka pun selalu bermain bersama.

“Sari, kamu mau ke mana?”, tanya Zida.

“Aku mau ke warung”, kata Sari.

“Ikut dong.”, kata Zida.

“Boleh. Ayo kita ke warung bareng.”, kata Sari.

“Oke.”, kata Zida.

Setelah mereka jajan di warung, mereka bermain di rumah Zida. Mereka bermain boneka sampai sore.

Hingga suatu hari saat mereka harus berangkat sekolah, seperti biasa, Zida menunggu Sari di depan rumah.

“Jam segini kok Sari belum datang ya?”, kata Zida, sambil menengok jam dinding.

“Apa aku ke rumahnya saja ya.”, Zida mulai khawatir.

“Assalaamu’alaikum..”, Zida mengetuk pintu rumah Sari.

“Wa’alaikumsalam..”, Ibu Sari membukakan pintu.

“Sarinya ada Bu?”, tanya Zida.

“Bukannya Sari sudah berangkat ya. Tadi tidak ke rumahmu, Zida?”, Ibu Sari balik bertanya.

“Oh gitu. Ya sudah Bu, saya langsung saja ya. Wassalaamu’alaikum..”, Zida pamit.

“Ya. Wa’alaikumsalam.”, jawab Ibu Sari.

Sesampainya Zida di sekolah..

(Sari mana ya?) Zida mencari-cari sahabatnya itu.

Di sekolah pun Sari tidak kelihatan. Dan begitu Zida melihat Sari, ternyata Sari malah sedang bermain dengan temannya yang lain.

“Sari, kamu kenapa kok tidak nungguin aku?”, tanya Zida.

“Emang kenapa? Kamu nggak suka sama aku kan!?”, kata Sari.

“Kata siapa aku nggak suka sama kamu?”, tanya Zida, bingung.

“Ini kamu kan, yang nulis!?”, Sari menunjukkan selembar kertas berisi tulisan.

Sari, kamu nyebelin. Aku tidak mau berteman lagi sama kamu.”

“Ini bukan aku yang nulis, Sari!”, kata Zida.

Sari pun tidak tahan dengan Zida, akhirnya mereka bertengkar. Sari menarik kerudung Zida. Dan aksi saling jambak pun tak bisa dihindari dari dua sahabat yang sepertinya sedang salah paham itu.

Dalam aksi jambak menjambak itu, Sari teringat, bahwa Zida adalah sahabatnya sejak kecil.

Sari meminta maaf kepada Zida, dan mengajak Zida bicara baik-baik. Dan ternyata teman baru Sari itu lah yang menulis surat ejekan itu. Teman baru Sari berbuat seperti itu karena ia ingin punya teman, namun caranya tidak benar. Akhirnya teman Sari meminta maaf, dan mereka bertiga menjadi teman baik selamanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Perbedaan (3)

Indahnya Perbedaan (3) Karya : Kinanti Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mere...