Kamis, 09 Februari 2023

Peternak Sapi

Peternak Sapi

Karya : Kafa

Pak Mikail adalah seorang peternak sapi yang sangat rajin. Dia mempunyai banyak sapi yang harus diberi makan setiap hari. Akan tetapi sapi-sapi itu bukan miliknya sendiri, melainkan milik seorang bos sapi yang sangat kaya, bernama Pak Abdullah. Sebagai seorang peternak sapi, Pak Mikail mempunyai selera makan yang tidak biasa, makanan kesukaannya adalah roti bakar.

Sapi-sapi tidak selalu mudah diatur. Kadang mereka susah diatur, terutama saat kandangnya harus dibersihkan.

Suatu hari ada seekor sapi yang sedang susah sekali diatur. Karena kesal, Pak Mikail jadi agak keras kepadanya. Namun sapi itu malah menendang kakinya.

“Duaak!!”, sapi itu menendang kaki Pak Mikail.

“Aahh.. Aduh..aduh..aduh..”, Pak Mikail kesakitan.

Karena kakinya sakit, keesokan harinya Pak Mikail tidak bisa memberi makan sapi. Dan Pak Mikail juga belum sempat bilang kepada Pak Abdullah bahwa hari ini dia tidak bisa berangkat bekerja. Sampai saat Pak Abdullah sedang berjalan-jalan dan mampir ke kandangnya..

“Ini sapi-sapi kok belum diberi makan? Pak Mikail kemana sih, kok tidak niat sekali kerjanya.”, Pak Abdullah marah.

Pak Abdullah marah karena sapi-sapinya telat diberi makan, sedangkan sebentar lagi Idul Adha, dimana banyak orang mencari sapi yang gemuk-gemuk sebagai hewan qurban. Pak Abdullah tidak lantas mencari tau kenapa Pak Mikail tidak berangkat bekerja, namun dia justru segera mencari pengganti Pak Mikail.

Mengetahui Pak Abdullah akan mencari pengganti Pak Mikail, tetangga Pak Abdullah, yang ternyata juga mengetahui kondisi Pak Mikail saat ini, segera memberi penjelasan kepada Pak Abdullah tentang kondisi Pak Mikail yang sebenarnya.

Pak Abdullah menyesal karena terburu-buru mecari pengganti Pak Mikail sebelum mencari tau kenapa Pak Mikail tidak berangkat bekerja. Pak Abdullah segera mendatangi rumah Pak Mikail dan meminta maaf.

“Maafkan saya, Pak Mikail. Saya tidak tau kalau ternyata Pak Mikail sakit, gara-gara ditendang sapi saya.”, kata Pak Abdullah.

“Tidak apa-apa Pak. Sudah biasa, namanya juga sapi. Saya yang minta maaf, karena tidak bisa memperlakukan sapi Pak Abdullah dengan baik. Saya juga minta maaf, karena belum sempat memberi tau Pak Abdullah, kalau saya belum bisa memberi makan sapi Bapak.”, kata Pak Mikail.

“Ya sudah, untuk sementara, Pak Mikail istirahat saja dulu. Untuk sapi-sapinya biar nanti anak Pak Mikail yang ngasih makan.”, kata Pak Abdullah.

“Iya Pak Abdullah, terimakasih.”, kata Pak Mikail.

Akhirnya untuk sementara anak Pak Mikail yang menggantikan ayahnya memberi makan sapi-sapi Pak Abdullah. Dan hubungan Pak Abdullah dengan Pak Mikail tetap terjaga dengan baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Indahnya Perbedaan (3)

Indahnya Perbedaan (3) Karya : Kinanti Siang hari itu, teman-teman Lyodra menghampiri Lyodra untuk diajak bermain di tempat biasa mere...